Olahraga lari sepintas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Semua jenis olahraga termasuk olahraga lari beresiko menimbulkan cedera. Salah satu cedera yang cukup berbahaya dan jarang terdeteksi oleh para pelari adalah heat stroke atau meningkatkan suhu tubuh karena kurang cairan.

Brosist perlu mewaspadai heat stroke akibat kekurangan cairan saat berlari. Karena bila tidak waspada dan segera mendapat pertolongan, cedera ini dapat menyebabkan kematian atau cacat permanen.

Heat stroke biasanya dapat membuat badan lemas, pusing, meracau, kordinasi otot menurun, dan suhu tubuh secara drastis naik hingga 40 derajat celcius.

Heat stroke biasanya terjadi ketika lari dengan jarak yang cukup jauh dengan kondisi sinar matahari sedang terik-teriknya. Tubuh akan langsung mengeluarkan banyak cairan melalui keringat. Gejala heatstroke bisa ditandai dengan kulit kering, kemerahan dan panas, kelelahan, sakit kepala atau pusing, denyut nadi yang kuat dan cepat, hingga berhalusinasi tinggi.

Jika brosist melihat seseorang dengan gejala heat stroke pada saat berlari, pertolongan pertama yang dilakukan adalah melepaskan bagian yang mengikat tubuhnya, seperti sepatu atau jam tangan. Berilah minum yang cukup dan alangkah baiknya minuman yang banyak mengandung ion.

Setelah itu siram tubuh dengan air dingin yang cukup untuk menurunkan suhu panas pada tubuhnya. Kita perlu waspada terhadap heat stroke apabila jika brosist berolahraga lari di atas suhu 28 derajat celcius.

Agar brosist terhindar dari heat stroke alangkah baiknya sebelum berlari melakukan latihan cukup, asupan gizi cukup, dan yang terpenting tubuh harus dalam keadaan fit ketika berlari yaaa!

Kurang lengkap rasanya kalau berlari tanpa perlengkapannya nih, brosist bisa klik text ini untuk mencari perlengkapan lari yang dibutuhkannya ya!***


Rezkyanto Pramadhika

𝐒𝐡𝐨𝐞𝐬 𝐒𝐩𝐞𝐚𝐤 𝐋𝐨𝐮𝐝𝐞𝐫 𝐓𝐡𝐚𝐧 𝐖𝐨𝐫𝐝𝐬