Nama Derrick Rose pernah sangat terkenal di telinga publik pendukung klub bola basket NBA Bulls, Chicago. Sebagai pebasket profesional Rose memiliki perjalanan yang berliku. Namanya meredup hingga akhirnya “dibuang” oleh Bulls setelah cedera menderanya. Lepas dari Bulls, Rose berpidah-pindah klub, mulai dari Knicks-New York, Cavaliers-Cleveland, Timberwolves-Minnesota, dan kini berlabuh di Pistons-Detroit.

Derrick Rose adalah MVP termuda di NBA sepanjang sejarah! Banyak fans NBA ataupun fans D Rose yang hancur saat karir Derrick Rose dilanda musibah cedera yang beruntun, tapi 3 season terakhir kondisinya mulai stabil dan dia mencetak career high 50 poin dengan Minnesota Timberwolves pada tahun 2018.

Namun, pasang surut karier Rose di NBA berbanding terbalik dengan kolaborasinya bersama perusahaan sepatu Jerman, Adidas. Buktinya, di tahun 2019, Rose masih menjadi pemain ke delapan NBA yang mendapat 10 sepatu signature dari Adidas.

Kini, kerja sama mereka kembali terlihat pada sepatu D Rose 11, dengan corak warna “Phoenix Reborn”. Warna orange terang ini terinspirasi dari  “Phoenix” yang melambangkan karir D Rose selama ini. Phoenix yang secara mitologi berasal atau kembali terlahir dari abu seperti melambangkan karir D Rose yang disangka banyak orang kalau karirnya sudah tamat, but he isn’t done yet!

Okay brosist kita lanjut ke bagian upper sepatu ini, material yang digunakan sangat tipis dan minimalis di sepatu ini. Adidas D Rose 11 “Phoenix” dilengkapi dengan material upper Adizero textile upper for ultra-lightweight and breathable feel. Dengan gabungan material tersebut membuat kaki terasa ringan dan memiliki tingkat kelembaban udara yang rendah.

Nah, untuk cushioning nya Adidas menggunakan teknologi lightstrike di sepanjang midsole sepatu. Lightstrike ini juga terasa nyaman banget dan lumayan bouncy di bagian heel. Kalau brosist liat dari samping, di bagian lateral midfoot area sampai ke heel itu ada bahan plastic yang mengitari bagian heel. Plastik ini memberikan ekstra support and lockdown di bagian heel and it feels very nice!

Untuk traction  nya, sepatu ini sangat bagus, nge bite dan pakem banget. Pattern yang digunakan untuk sepatu ini adalah herringbone pattern. Untuk court feel sepatu ini ada sedikit offset antara heel dan forefoot Ini menyebabkan pengguna sepatu akan akan merasa lebih tinggi di bagian heel dibandingkan di bagian forefoot. Lalu heel to toe transition untuk sepatu ini cukup flat, lengkungan di outsole nya tidak terlalu signifikan dan di bagian toe juga memiliki fleksibilitas yang cukup stiff atau kaku.

Sepatu ini sudah bisa brosist dapatkan di ncrsport.com, klik aja text ini untuk informasi detail dan harganya yaaa!*

 

Review D Rose 11 “Phoenix” video version:


Rezkyanto Pramadhika

????? ????? ?????? ???? ?????